Menjelang Lebaran Pengiriman Uang TKI Mencapai 40 Triliun

MALANG – Kiriman uang tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri (remitansi) menjelang Lebaran meningkat. Diperkirakan jumlahnya mencapai Rp40 triliun. Prediksi ini dihitung berdasarkan data aliran uang masuk dari luar negeri melalui bank di Indonesia.

Bahkan jumlah tersebut masih bisa bertambah karena para TKI juga akan membawa uang tunai pada saat mudik nanti.(Bersambung Ke halaman 3 Kol 5)

“Pada Lebaran tahun ini kami perkirakan pengiriman uang TKI dari luar negeri mencapai sekitar Rp40 triliun,? ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno saat berkunjung ke PondokPesantren (Ponpes) Al-Hikam, Malang.

Erman mengatakan, sebenarnya jumlah uang yang dikirim TKI bisa lebih besar, tapi bank-bank di Indonesia yang menyediakan fasilitas pengiriman uang mereka masih terbatas. Sampai saat ini yang tercatat resmi menerima pengiriman uang dari TKI adalah Bank Negara Indonesia (BNI).

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, termasuk penipuan terhadap para TKI yang baru datang dari luar negeri, Erman telah bekerja sama dengan perbankan agar mempermudah jalur pengiriman uang dari para TKI.

“Janganlah mereka menjadi korban di negeri sendiri,” katanya. Soal pengiriman TKI ke Arab, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Korea, Erman mengaku tetap siap memberangkatkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Siapa pun tidak dilarang bekerja di luar negeri. TKI yang dikirim ke negara tujuan itu pun tidak bisa dikalkulasi atau dikurangi karena peluang bekerja di luar negeri, apalagi di kawasan Arab, cukup besar.

Saat ini lapangan kerja bagi TKI di wilayah ASEAN, Arab Saudi, Qatar,dan sejumlah negara lain masih terbuka lebar. Walau begitu, Erman mengimbau agar ada seleksi bagi para calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri.

Yang terpenting, kata Erman, sekarang bagaimana komitmen pemerintah daerah terhadap calo-calo liar serta penyeleksian para calon TKI agar di kemudian hari tidak menimbulkan masalah,baik kelengkapan surat-suratnya maupun keterampilan mereka.

Saat ditanya apakah hal itu menjamin kesejahteraan para TKI, Erman menjawab diplomatis. “Selama ini memang terjadi diskriminasi gaji berdasarkan asal negara. Namun, sejak ada kesepakatan Abu Dhabi, kriteria itu diubah dan diganti berdasarkan sektor, seperti sektor industri dan pertukangan,? katanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: