Komisi XI Minta BNP2TKI & Jamsostek Dibubarkan

JAKARTA –KoranHR.com,Komisi IX DPR meminta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Jamsostek dibubarkan.

Hal ini dikarenakan kinerja kedua institusi itu dianggap tidak memberi manfaat signifikan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Dengan adanya badan ini, nasib TKI tidak lebih baik, tapi setidaknya diharapkan bisa terurus termasuk dalam penempatan TKI,” ujar Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning, usai rapat kerja dengan Menakertrans, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2008).

Para anggota Komisi IX menilai, hingga saat ini masih banyak persoalan TKI, khususnya penempatan TKI di Luar negeri. Ribka mencontohkan, TKI yang tengah sakit di tempat mereka bekerja harus mengajukan klaim tunjangan sakit di Jakarta. Padahal, mereka sudah membayar asuransi Rp400 ribu, pra penempatan Rp50 ribu, dan pascapenempatan Rp50 ribu.

“Kalau dikalikan jumlah TKI sudah berapa? Nah itu yang tidak bisa dinikmati dan dirasakan TKI sendiri,” ujarnya.

Di samping itu, Komisi IX DPR juga meminta Jamsostek dibubarkan. Pasalnya, tenaga kerja tidak pernah merasakan uang Jamsostek-nya.

Adapun ketika terjadi PHK masal, Jamsostek juga tidak memberi kontribusi ke pegawai. “Uang Jamsostek itu berapa triliun? Tapi enggak pernah tenaga kerja bisa merasakan, padahal kalau dia kerja otomatis di potong. Tidak ada sumbangsih dari Jamsostek. Bubarkan saja Jamsostek,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: