Angka Pengangguran Naker Terdidik Makin Meningkat

JAKARTA – KoranHR.com,

Angka pengangguran dari tenaga kerja (naker) terdidik semakin meningkat setiap tahunnya. Menakertrans Erman Suparno mengatakan, sekira 93,51 persen angkatan kerja yang berpendidikan SLTA, bukanlah berasal dari pendidikan kejuruan yang dipersiapkan untuk bekerja.

“Maka itu Depnakertrans mendorong agar direalisasikan komposisi pendidikan umum dan pendidikan kejuruan masing-masing 30 persen dan 70 persen, dengan kurikulum yang disesuaikan dengan dunia kerja,” ujarnya saat rapat kerja antara Menakertrans dengan Komisi IX, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2008).

Selain itu, lulusan perguruan tinggi (PT) hanya berminat bekerja di perusahaan besar dan menengah, sedangkan jumlah perusahaan itu sangat terbatas.

Sementara untuk perusahaan berskala kecil dan menengah jumlahnya lebih dari 40 juta, namun perusahaan ini tidak mampu memberi gaji besar sehingga para lulusan PT lebih memilih menganggur.

Erman mengatakan, lulusan PT juga tidak siap berwiraswasta karena tidak ada kurikulum yang mengarah untuk menjadi pengusaha.

“Permasalahan itu menyebabkan angka pengangguran terdidik setiap tahunnya terus bertambah,” ungkapnya.

Sebelumnya International Labour Organization (ILO) melaporkan, pada 2008 sebanyak 30 persen lowongan di bursa kerja tidak terisi akibat rendahnya kompetisi tenga kerja. Sedangkan sebanyak 4.516.100 orang dari 9.427.600 penganggur merupakan penganggur terdidik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: