Penandatanganan MoU Penempatan TKI Nurse dan Caregiver

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Ir. Erman Suparno, MBA, MSi mengatakan Pemerintah Indonesia menghargai upaya pemerintah Jepang untuk membuka kesempatan kerja dan menerima tenaga kerja Indonesia dalam kategori skill worker serta memahami peraturan perundangan yang berlaku di Jepang dalam penempatan tenaga kerja yang tidak memungkinkan dilakukannya penempatan tenaga kerja dalam kategori unskill dan low skill.

Hal itu diungkapkan Menakertrans saat menyaksikan penandatangan MoU Penempatan TKI Nurse dan Caregiver Indonesia ke Jepang dalam Kerangka Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) di Ruang Tridharma Depnakertrans Jakarta (19/5). Penandatanganan ini dilakukan antara BNP2TKI sebagai lembaga dengan penempatan tenaga kerja Indonesia dengan The Japan International Corporation of Welfare Services (JICWELS) sebagai lembaga penerima tenaga kerja nurse dan caregiver Indonesia di Jepang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Dirjen Binapenta Drs. Tjetje Al Anshori, MBA, Kepala Pusat Humas Depnakertrans, Kepala BNP2TKI. Sedangkan di pihak Jepang diwakili oleh Mr. Arai (Minister Conselor- Kedubes Jepang yang mewakili Kementerian Kesehatan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Jepang ) dan Mr. Takashi Tsunoda (Managing Director JICWELS).

Menakertrans mengatakan awal kerjasama pembangunan ekonomi melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) bermula dari kesepakatan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Mr. Shinzo Abe di Tokyo Jepang pada 28 Nopember 2006. IJEPA menandai peningkatan hubungan bilateral Indonesia- Jepang yang berkaitan dengan peningkatan capacity building, liberalisasi, promosi perdagangan dan investasi, termasuk didalamnya Movement of Natural Persons (MNP) atau perpindahan orang dari satu negara ke negara lain.

Hasil dari joint study dan negosiasi kedua negara diwujudkan dalam penempatan tenaga kerja nurse dan caregiver. Sebagai Pilot Project dalam 2 tahun pemerintah Jepang memberikan kuota 1000 orang dengan perincian 400 tenaga kerja nurse dan 600 orang caregives. Tahun 2008 ini jumlah penempatan akan direalisasikan sebanyak 200 orang nurse dan 300 orang nurse.

MoU antara BNP2TKI dan JICWELS dalam penempatan nurse dan caregiver Indonesia ke Jepang hanya dapat dilakukan melalui program government to government (G to G) dan hanya dilaksanakan oleh kedua lembaga tersebut. Untuk kedepannya, pemerintah mengharapkan pemerintah Jepang memberikan kuota yang lebih besar, mengingat tingkat kelulusan sekolah perawat di Indonesia yang mencapai 25.000 orang dari 770 sekolah perawat. Bahkan penempatan TKI diharapkan dipeluas dalam sektor pariwisata dan perhotelan

Pusat Humas Depnakertrans

Satu Balasan ke Penandatanganan MoU Penempatan TKI Nurse dan Caregiver

  1. steve mengatakan:

    draft MoU antara BNP2TKI dan JICWELS dalam penempatan nurse dan caregiver Indonesia ke Jepang tidak disertakan dalam situs ini ya,,,?
    saya kesulitan sekali dalam mengakses isi draft tersebut,,,seandai nya ada tolong bisa share data nya,,
    trima kasi,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: