Menakertrans Melakukan Pemantauan Dampak Kenaikan BBM di beberapa Perusahaan di Jawa Tengah

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Ir Erman Suparno, MBA, M.Si mengadakan kunjungan kerja ke beberapa perusahaan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kunjungan kerja ini dimaksudkan sebagai upaya untuk melakukan pemantauan dampak kenaikan BBM terhadap pengusaha dan kesejahteraan buruh di Indonesia, mensosialisasikan hubungan industrial yang harmonis serta mengkampanyekan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Mengawali kunjungannya, pada Jumat (6/6), Menakertrans mendatangi PT Danliris (Group)/Batik Keris yang berada di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Di perusahaan yang mempekerjakan 11 ribu karyawan ini, Menakertrans melakukan peninjauan ke tempat pembuatan batik untuk melihat langsung kegiatan produksi pabrik serta melakukan pengecekan fasilitas K3 dan sarana hubungan industrial, serta melakukan dialog terbuka untuk mengetahui langsung kondisi riil perusahaan serta kendala-kendala yang dihadapi pekerja/buruh saat ini.

Saat melakukan dialog dengan Manajemen, Serikat Pekerja dan Pekerja/buruh, Menakertrans menyambut baik kebijakan PT Danliris (Group) Batik Keris yang telah menjalankan kewajibannya untuk melindungi Pekerja/buruhnya dengan mengikutsertakannya dalam program Jamsostek. Menakertrans pun memberikan penghargaan atas keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di lingkungan perusahaan yang mengadakan berbagai kegiatan pelatihan bagi para pencari kerja yang membutuhkan.

Mendapat laporan dari pihak pengusaha dan pekerja yang mengeluhkan sering terjadinya pemadaman listrik, Menakertrans berjanji akan menyampaikan pada Sidang Kabinet Indonesia Bersatu karena hal ini berpengaruh besar pada produksi dan banyaknya upah yang diterima oleh pekerja/buruh.

Mengenai besaran kenaikan upah minumun Kota/ Kabupaten dan Provinsi (UMK/UMP), Menakertrans menyerahkannya pada Dewan Pengupahan Nasional yang akan memulai pembahasannya pada Bulan Juni.

Dalam waktu dekat ini, Menakertrans akan mengundang Asosiasi Pertekstilan Indonesia yang mewadahi perusahaan garmen dan pertekstilan terkait usulan adanya subsidi pemeritnah yang ditujukan untuk peremajaan mesin produksi yang sudah ketinggalan jaman.

Dalam menghadapi berbagai persoalan, Menakertrans mengingatkan arti pentingnya pengembangan manajemen hubungan industrial yang didasarkan pada persamaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha untuk terciptanya keberhasilan dan kelangsungan perusahaan. Dengan berlandaskan hubungan industrial yang harmonis, diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas kerja yang memberikan keuntungan bagi perusahaan dan pekerja/buruh

Hadir dalam kunjungan kerja ini, Dirjen PPK Depnekertrans, Drs. I Gusti Made Arke M. Si, PLH Dirjen PHI dan Jamsos R. Irianto Simbolon, SE., MM, Staf Khusus Menakertrans Eva Yuliana, S. Ag., Dir. Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero) Achmad Ansyori, Dir. Pemberdayaan Pengawasan Ketenagakerjaan Iskandar, SH, Kapus Humas Depnakertrans Sumardoko, SH, MM serta pejabat di lingkungan Depnakertrans.
Pusat Humas Depnakertrans

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: