Bursa Belum Mampu Akomodasi Kebutuhan Pencari Kerja

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno mengatakan bursa kerja meski telah mampu menawarkan banyak lowongan pekerjaan, tetapi masih belum akomodatif terhadap para pencari kerja.

Fasilitas bursa kerja belum sepenuhnya dapat mengakomodasikan kebutuhan pencari kerja, kata Erman dalam sidang disertasi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, hal tersebut antara lain karena belum berfungsinya layanan informasi kerja yang dibutuhkan pada lowongan kerja di berbagai perusahaan. Ia juga memaparkan kini baru terdapat 18 lembaga sertifikasi yang daya jangkau dan pelayanannya sangat terbatas.
Selain itu, sebanyak 162 balai latihan kerja yang tersebar di Tanah Air masih belum cukup memadai dan masih perlu mendapat perhatian antara lain dalam hal sarana-prasarana fisik, program pelatihan, kualitas dan kuantitas instruktur, serta peningkatan manajemen pengelolaannya.
Erman juga mengemukakan tentang sangat pentingnya proses penyediaan tenaga kerja yang memadukan antara kegiatan pelatihan, sertifikasi, dan penempatan dalam suatu koordinasi secara terpadu dalam rangka meningkatkan kualitas kompetensi tenaga kerja sekaligus penanggulangan pengangguran dan kemiskinan.
Paradigma baru yang dikembangkan adalah pelatihan berbasis kompetensi, agar dapat masuk pada kebutuhan pasar kerja dalam rangka meningkatkan life skill melalui individual skill, katanya.
Untuk itu, ia menekankan perlunya sinkronisasi dan integrasi antara sistem pendidikan dan sistem ketenagakerjaan, antara lain kebijakan di bidang pendidikan nasional sebaiknya menggunakan kurikulum yang sejalan dengan tuntutan ketenagakerjaan.
Selain itu, lanjut Erman, lembaga sertifikasi profesi perlu diperbanyak jumlahnya khususnya di kawasan Indonesia Timur, kualitas pengelolaan informasi ketenagakerjaan di bursa kerja perlu diperbaiki, dan balai latihan kerja di seluruh Tanah Air perlu direvitalisasi.
Erman Suparno yang mempertahankan disertasi bertajuk Paradigma Baru penyediaan Tenaga Kerja yang Didasarkan pada Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional: Sebuah Analisis Kebijakan, dalam acara ujian terbuka itu dinyatakan lulus cum laude.
Kelulusan tersebut membuat Erman menjadi Doktor bidang pendidikan yang ke-841 di UNJ. Dalam acara tersebut juga tampak hadir Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi, sejumlah anggota DPR, dan para pejabat dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Erman yang lahir di Purworejo pada 20 Maret 1950 itu meraih gelar master bisnis di Institute Management of Newport University, Amerika Serikat, dan di bidang administrasi publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Sedangkan gelar sarjana diperoleh mantan Anggota DPR RI tahun 2004-2005 itu dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: