Menemukan Karir Impian

Widia Paramita
Recruitment Executive

Dengan kondisi ekonomi sekarang ini, banyak orang putus asa untuk menemukan pekerjaan impian mereka. Mayoritas orang yang sudah bekerja masih belum menemukan pekerjaan yang mereka inginkan dan sebagian besar takut untuk meninggalkan kestabilan dari pekerjaan mereka sekarang. Padahal sekarang ini sulit untuk mempertahankan suatu pekerjaan, dapat saja suatu perusahaan tiba-tiba bangkrut atau ada pemotongan jumlah karyawan yang tak terduga.

Julie Jansen, dalam bukunya “I Don’t Know What I Want, But I Know It’s Not This: A Step-By-Step Guide to Finding Gratifying Work”, mengatakan terdapat enam hal dasar yang membuat karyawan tidak bahagia dengan pekerjaannya. Mulai dari kehilangan arti bekerja, kebosanan, dan kelelahan, hingga menjelang masa pensiun.

Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang berbeda dari apa yang telah Anda lakukan, sekarang saatnya untuk mulai mencari karir impian Anda.

Para ahli mengatakan Anda harus mulai merencanakan karir dengan cara berpikir menyeluruh dan menuliskan nilai-nilai yang Anda inginkan. Pastikan untuk memasukkan hal-hal yang paling penting bagi Anda. Semua nilai-nilai tersebut merupakan dasar emosi yang menentukan tindakan Anda.

Berikutnya, identifikasi bakat dan ketrampilan Anda. Ketrampilan adalah sesuatu yang harus dipelajari. Sedangkan bakat adalah sesuatu yang kita dapat sejak lahir. Kebanyakan orang menikmati pekerjaan yang secara natural mereka kerjakan. Ingat hal ini saat Anda menuliskan bakat dan ketrampilan Anda.

Kemudian pelajari karir yang Anda minati. Carilah informasi dari orang-orang yang bekerja di bidang tersebut. Kunjungi perpustakaan atau cari informasi melalui internet. Di beberapa universitas dan institusi terdapat lembaga bimbingan karir yang dapat membantu untuk mencari pekerjaan. Selain itu sebaiknya Anda juga mengevaluasi tren bisnis yang sedang berkembang, apakah bidang yang Anda inginkan akan berkembang atau menurun.
Saat melakukan penelitian, jangan lupa gaji merupakan salah satu bahan pertimbangan yang penting.

Pada akhirnya, daftarlah faktor-faktor yang menghambat karir impian Anda. Faktor tersebut mungkin kelemahan Anda di bidang pelatihan atau pendidikan tertentu, keperluan membayar tagihan ini-itu, atau tanggungan keluarga. Pikirkan cara untuk mengatasi setiap faktor tersebut. Misalnya, Anda dapat mengambil kuliah online yang lebih fleksibel dan terjangkau.

Contoh lainnya, Diana bekerja sebagai Account Executive di sebuah perusahaan periklanan sementara ia mengejar karir impiannya sebagai seorang guru. Setelah beberapa tahun, dia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan masuk ke sekolah. “Saya katakan memang bukan hal yang mudah untuk bekerja seharian dan harus sekolah pada malam hari. Saya lakukan itu karena saya tidak bahagia dengan pekerjaan saya selama bertahun-tahun. Daripada saya mengeluh tentang hal tersebut, saya mulai berpikir untuk mengejar impian saya. Dan akhirnya setelah saya memutuskan hal itu, segalanya terasa lebih mudah saya jalani karena setiap hari saya mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan saya tersebut.”
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: