“SEKILAS PELUANG & TANTANGAN BISNIS OUTSOURCING 2008”

cover-edisi-jan-2008.jpg
 

 

Oleh : Brammantya Kurniawan

Moderator Outsourcing Online  

Head Line Menarik ulasan yang dikeluarkan oleh Business Week Edisi 14 September 2007 tentang “TOP OUTSOURCING COUNTRIES”,indonesia menempati urutan kelima dalam daya tarik Outsourcing setelah India,Cina,Malaysia dan Thailand. Aspek yang diperhitungkan dari riset ini adalah financial, people, dan environment.Dari posisi itu, bisa dilihat bahwa sebenarnya dari segi SDM, kita masih cukup diperhitungkan.Peluang Bisnis OutsourcingVolume bisnis industri alih daya (outsourcing) nasional dapat melampaui Rp 200 miliar per tahun. Angka ini diperkirakan terus naik di masa mendatang seiring kenaikan permintaan sumberdaya manusia berkualitas, baik dari dalam maupun luar negeri.Seperti pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia Sapto Satrioyudo September 2007 lalu di Media Tempo Interaktif “Angka ini dari kutipan manajemen fee perusahaan yang menggunakan jasa alihdaya”Manajement fee yang dikutip perusahaan outsourcing bervariasi antara 10-20 persen dari gaji pegawai per bulan dan dibayarkan oleh klien. “Biaya untuk operasional perusahaan outsourcing karena ini bukan pekerjaan cuma-cuma,” kata Sapto.Dijelaskannya, tren global saat ini yang lebih memilih menggunakan sumberdaya manusia dari outsourcing memberi potensi pertumbuhan industri nasional untuk berekspansi. Tiap tahun pertumbuhan industri ini mencapai 30 persen. “Tahun lalu uang yang berputar di industri ini secara global mencapai US$ 1 triliun,” ujarnya. India, kata Sapto, masih menguasai 60-70 persen bisnis outsourcing. Sisanya berasal dari Filipina, Cina dan Malaysia.Pengamat Bisnis Outsourcing ,Primamary Liviandari,Menggaris bawahi bahwa pebisnis Outsourcing harus mencermati Peluang yang ada karena dunia usaha mau tidak mau harus mencari rekanan untuk mengelola kebutuhan SDM-nya dengan lebih efisien, sebaiknya dihadapi dengan tantangan bagaimana menciptakan paket2 diversifikasi jasa yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha tanpa menyimpang dari UU ketenagakerjaan yang ada.Memiliki komitmen yang kuat, dalam mengelola dana yang telah disetorkan Klien untuk manfaat kesehatan dan kewajiban ke Pemerintah adalah hal yang menjadi keharusan untuk menjadi service company dengan kredibilitas yang baik.Pengaruh Kondisi Eksternal EkonomiKondisi harga minyak mentah dunia yang naik turun,ancaman krisis ekonomi yang melanda AS dan Jepang cukup membuat beberapa pebisnis untuk berhati-hati.Selain bisnis Hiburan dan Investasi Valas,industri yang diminati di tahun 2008 adalah Properti,Infrastruktur dan Energi yang cenderung berjalan lebih stabil di tahun ini.Jadi secara garis besar,industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap fluktuasi dolar dan Minyak mentah dunia akan melakukan efisiensi biaya,termasuk SDM nya.Jadi terbuka peluang besar untuk menggunakan pihak ketiga (baca = Outsourcing) untuk mengelola SDM nya.Namun yang harus diperhatikan oleh para pengusaha Outsourcing adalah lalu lintas perputaran modal.Mengingat industri tersebut sangat labil dan fluktuatif di tahun ini.Pengaruh Kondisi Regulasi Kondisi Peta Regulasi Ketenaga kerjaan di Indonesia masih berpotensi rawan konflik.Diantaranya adalah RPP Pesangon dan Blue print Ketenaga kerjaan.Selain tema ini juga akan berpotensi terangkat tema seputar keselamatan kerja dan perlindungan terhadap tenaga kerja.Puncaknya terjadi pada hari buruh Mei mendatang. Ekonom Faisal Basri pada media Suara Karya menilai bahwa RPP Pesangon ini diskriminatif serta bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 tentang jaminan sosial maupun dengan UU Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa pekerja/karyawan adalah semua orang yang menerima gaji/upah dari pemberi kerja. “Jadi, RPP Pesangon harus disikapi. Bila konsepnya seperti saat ini, harus kita tolak. Kalau dibiarkan, maka pemerintah akan banyak menerbitkan PP atau perpres lain yang juga diskriminatif serta melanggar HAM dan undang-undang,” tutur Faisal kepada Suara Karya saat ditemui di acara pernyataan sikap Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) mengenai RPP Pesangon, kemarin, di Jakarta.  Faisal juga menilai, RPP Pesangon hanya akan dijadikan instrumen oleh pengusaha dalam memuluskan rencana PHK secara besar-besaran. Ini karena konsep RPP Pesangon membuat PHK bukan lagi beban pengusaha. Menurut Faisal, dengan RPP Pesangon, pengusaha dapat melimpahkan beban uang pesangon dan kompensasi PHK pada badan penyelenggara jaminan dana pesangon yang kemungkinan besar adalah PT Jamsostek. Pengamat Bisnis Outsourcing,Primamary Liviandari,menambahkan,Jika PP Pesangon ini disyahkan, maka kewajiban sebagai Pengusaha akan bertambah satu lagi, yaitu harus mencadangkan dana Pesangon atas berbagai macam alasan PHK di awal sebelum kasus itu sendiri terjadi.  Pemilahan posisi apa saja yang melakukan pekerjaan Non Core Business dan dapat dikelola dengan PKWT adalah tahap pertama yang sebaiknya dilakukan sehingga kewajiban penyetoran cadangan dana berdasarkan jumlah tenaga kerja yang ada, otomatis akan terealisasi dengan lebih efisien. Tahap selanjutnya adalah mencari kolega yang dapat membantu mengelola posisi2 PKWT tersebut dengan penuh komitmen, dan memiliki mekanisme rekrutmen yang efektif sehingga ketersediaan SDM-nya tetap berkesinambungan. Kedua tahap tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi para praktisi HR yang dimiliki Pengusaha.  Penyerapan Tenaga Kerja dari Industri OutsourcingBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2007 mencapai 9,11% atau mengalami penurunan dibandingkan Februari 2007 yang mencapai 9,75%.Mengutip Pernyataan Deputi Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Arizal Ahnaf di Jakarta, awal Januari lalu kepada Media Indonesia.Menurutnya, angka pengangguran pada Agustus 2007 juga lebih rendah jika
dibandingkan dengan Agustus 2006 yang tercatat sebesar 10,28%.
Dengan menurunnya angka penggangguran, jumlah pengangguranberdasarkan survei Agustus 2007 turun sebanyak 536,78 ribu orang jika dibanding dengan kondisi Februari 2007. Dari 10,55 juta orang pada Februari 2007 menjadi 10,01 juta pada Agustus 2007 atau mengalami penurunan sebesar 920,86 ribu orang jika  dibandingkan dengan kondisi Agustus 2006 sebesar 10,93 orang.Jika dibandingkan dengan Agustus 2006, terjadi penurunan angka pengangguran di sebagian besar provinsi, keculi di tiga provinsi yang mengalami peningkatan angka pengangguran. DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.Dari penurunan angka pengangguran sebesar 921 ribu orang dari Agustus 2006 ke Agustus 2007, 720 ribu diantaranya adalah penganggur perempuan. Sedangkan penurunan penganggur laki-laki hanya 201 ribu
orang.

Namun, kendati angka pengangguran menurun, penurunan jumlah pengangguran tidak sebanding dengan penambahan angkatan kerja.Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2007 tercatat sebanyak 109,94 juta orang atau bertambah sebesar 1,81 juta orang ketimbang angkatan kerja pada Februari 2007 yang mencapai 108,13 juta. Jika dibandingkan dengan kondisi Agustus 2006, jumlah angkatan kerja meningkat sebesar 3,55 juta orang.

Padahal, jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2007 mencapai 99,93 juta orang, bertambah 2,35 juta orang jika dibandingkan Februari 2007 yang tercatat sebesar 97,58 juta.

Karena itu, tak heran jika angka penduduk setengah menganggur yakni penduduk yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu mengalami peningkatan. Angka setengah penganguran tercatat meningkat 1,27 juta orang dari 29,10 juta orang pada Agustus 2006 menjadi 30,37 juta orang pada Agustus 2007.
Sebanyak 40% dari angkatan kerja masuk dalam kategori under employment atau bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Karena penyerapan tenaga kerja memang lebih banyak di sektor informal,terutama jasa dan perdagangan.

Penyerapan tenaga kerja informal juga didorong oleh maraknya sektor Usaha Kecil dan menengah (UKM) yang masih menjadi penyerap terbesar angka kerja di Indonesia. Karena itu, da mengakui, penyerapan tenaga
kerja formal terhambat karena lambatnya pertumbuhan industri.Akibatnya, penambahan tenaga kerja pada sektor ini terbilang masih sedikit. Dalam kurun waktu antara Agustus 206 hingga 2007 sektor industri hanya mampu menyerap 480 ribu tenaga kerja. Selain itu,pada Agustus 2007.

Dari sisi gender, partisipasi perempuan dalam lapangan kerja meningkat signifikan. Selama Agustus 2006-Agustus 2007, jumlah pekerja perempuan bertambah 3,3 juta orang, terbesar di sektorpertanian dan perdagangan. Sedangkan jumlah pekerja laki-laki hanya bertambah 1,17 juta orang terutama di sektor sektor jasa dan kontruksi.Sedangkan menurut Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) pada pertengahan Mei 2007 lalu mengungkapkan pada Detikfinance ”Sebagai Ilustrasi dalam keanggotaan kami saja,masing-masing perusahaan memiliki portfolio pegawai Outsourcing 2.000-5.000 orang,jika dirata-ratakan keanggotaan rata-rata 3.000 pegawai maka setidaknya 60 Ribu tenaga kerja telah terserap disini”.
Pengaruh Kebijakan Upah
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Alan M. Davis yang menyebutkan bahwa India yang sekarang menjadi Negara yang paling banyak menerima proyek outsourcing dari Amerika, diperkirakan pada tahun 2010 sudah tidak lagi menjadi Negara tujuan outsourcing Amerika, karena sudah tidak menarik lagi secara financial. Hal ini disebabkan karena gaji buruh TI meningkat tajam tahun demi tahun. Pada tahun 80an di India (awal-awal outsourcing Amerika ke India) adalah 10% gaji buruh TI di AS. Pada tahun 90an, gaji buruh India 75% gaji buruh AS, sehingga diperkirakan 2009 sudah sama dengan gaji buruh AS, dan diatas tahun itu sudah lebih dari gaji buruh AS.
Mengutip tulisan Arwan A Khoiruddin  Dosen Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri di Universitas Islam Indonesia: “Melihat posisi Indonesia yang demikian, saya kemudian jadi berpikir. Kalau daya tarik outsourcing di Indonesia seperti itu, akan muncul banyak sekali plus minusnya. Nilai plusnya adalah bahwa Indonesia punya peluang besar untuk menjadi Negara penyedia IT (seperti yang dilakukan India dan China sekarang), sehingga ketertarikan untuk mempelajari IT dan bekerja di dunia IT akan semakin besar. Sedangkan nilai minusnya adalah kalau suatu saat nanti Negara-negara di dunia mengalihkan proyek perangkat lunaknya ke Indonesia, maka dikhawatirkan ketertarikan para provider software Indonesia akan beralih dari penyediaan IT untuk kepentingan dalam negeri ke penyediaan IT untuk kepentingan outsourcer luar negeri (karena pasti nilai proyek dari luar negeri jauh lebih menggiurkan daripada nilai proyek dalam negeri). Efek buruk dari hal ini adalah ekspor produk IT yang tinggi, tapi IT dalam negeri terbengkalai”—————————————————————————————————————
Dapatkan informasi menarik ini dan informasi menarik lainnya dengan
mengunjungi portal :
https://outsourcingonline.wordpress.com
——————————————————————–——————————————–
OUTSOURCING SERVICES PROVIDER :
PT.MITRA KERJA UTAMA
sister company of firstasia consultants
Wisma 76 18th fl Jl.S.Parman Kav 76 Slipi Jakarta  11410
P: 62.21.536 77 222  f:62.21.536 77 666
—————————————————————————————————————
Dapatkan penawaran khusus untuk permintaan tenaga kerja Outsourcing
di Surabaya &
Sekitarnya.Informasi lebih lanjut hubungi Customer Care Officer kami
di :
021 536 77 222*3atau via e mail : customercare@mitrakerja.com
——————————————————————–———————————————

4 Balasan ke “SEKILAS PELUANG & TANTANGAN BISNIS OUTSOURCING 2008”

  1. ghuia mengatakan:

    trimakasih atas informasi tentang bisnis outsourcing

    saya belum cukup tahu tentang bisnis outsourscing ini, tetapi saya mengerti tentang bagai mana membuat perusahaan outsourcing.tlg saya dibimbing.

    ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan

    1. untuk membuat perusahaan outsorching,setelah ada badan usaha, apa saja yang harus dipersiapkan secara managenent?..
    2. apakah setiap tenaga kerja harus diikutkan JAMSOSTEK?
    3. bagaimana pelaporan Pajaknya pribadinya?
    4. untuk pelaporan pajaknya perusahaan itu dikenakan pasal brapa saja?
    5. tenaga kerja yang bagai mana yang sering dibutuhkan oleh perusahaan?

    trimakasih…tlng saya dikasih infonya..
    sekali lagi terimakasih

  2. hadi mengatakan:

    trimakasih … inponya sangat bermanfaat

  3. Rachmat Enoch mengatakan:

    saya adalah salah seorang yg bekerja untuk perusahaan outsourching. suatu saat nanti sy juga punya keinginan utk mendirikan perusahaan sejenis. mohon informasinya bagaimana langkah2 untuk mendirikan sebuah perusahaan outsourching dan dokumen apa saja yg mesti disiapkan….thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: