OUTSOURCING “COST EFFICIENCY” ataukah “PASAR PAGI”

OUTSOURCING   “COST EFFICIENCY” ataukah    “PASAR PAGI” 

Oleh : Brammantya Kurniawan

Moderator Outsourcing Online & Pemerhati Bisnis Outsourcing

Beberapa hari yang lalu Saya mendapatkan penawaran dari salah satu klien lama,salah satu tender manufaktur,skala PMA dari Eropa yang sudah cukup punya nama.Sebagai salah satu message adalah

  ”Bersediakah perusahaan anda menarik Manajemen Fee dari Gaji Pokoknya saja?,jika bersedia anda akan diikut sertakan dalam Bidding” Setelah saya mendengar pernyataan dari Purchasing Manager PMA tersebut,rasanya saya seperti mau jatuh dari kursi saja.Seleksi Vendor dilakukan dengan ”Tawar Menawar Langsung ala Pasar Pagi”.Betapa buruknya Outsourcing diterapkan di negeri ini,apakah cukup beralasan mengesampingkan faktor profesionalisme demi ”cost efficiency” yang banyak didengungkan. Banyak aspek yang seharusnya diperhatikan oleh perusahaan pengguna seperti: 

1.      Aspek Manajerial,apakah vendor yang dipilih tersebut punya latar belakang Human Resources”  yang cukup kuat dan terstruktur.Faktor historical  saja tidak cukup untuk menentukan apakah vendor tersebut sehat.

2.      Aspek Recruitment,nilai lebih apa saja yang dapat ditawarkan oleh vendor,competency based-kah ? atau sistem recruit ”asal bawa dan asal kirim dan asal bisa lolos interview user”.Apakah vendor tersebut sudah layak disebut sebagai perusahaan outsourcing yang mempunyai komitmen tinggi untik memajukan Dunia SDM.Saya pun tidak yakin bahwa pemenang tender dengan harga dibawah standar benar-benar ”tidak menarik fee dari kandidat ?”

3.      Aspek Financial,apakah vendor tersebut secara financial sudah dinyatakan sehat? Apakah sudah di audit oleh akuntan independen? Alangkah buruknya,seperti yang pernah diceritakan oleh teman saya,Director salah satu Outsourcing terkemuka di Jakarta Selatan;yang kesulitan membayar gaji karyawannya karena invoice sudah 2 bulan ditunggak oleh klien besarnya.Lagi-lagi harus karyawan yang menjadi korbannya.

4.      Faktor Pengelolaan SDM & Kepersonaliaan,sudahkah perusahaan tersebut memiliki struktur Payroll,Personalia dan SDM yang sistematis.Tidak jarang pengelolaan data pada beberapa Outsourcing Company buruk sekali dan masih manual.Cut cost pun tak jarang menjadi alasan utama untuk merekrut staff internal mereka dengan gaji murah.Hal ini tentu saja secara langsung berimplikasi terhadap pelayana SDM terhadap karyawan dan User nantinya.  Banyak faktor mendasar lainnya yang seharusnya dapat dijadikan landasan dalam pemilihan Vendor,lebih objektif.Menggunakan Outsourcing untuk Cut Cost jelas tidak sepenuhnya benar,namun mengefisiensikan biaya karena kegiatan non core business nya dikerjakan oleh pihak ketiga,adalah alasan yang reasonable dan dapat dipertanggung jawabkan.  

Arsip Topik & Opini Seputar Outsourcing :

Pekerjaan Waktu Tertentu “Outsourcing”

Moderator mengajak Anda untuk memberikan Opini terhadap topik-topik terhangat seputar Outsourcing dengan menulis komentar Anda dihalaman ini.

Mari membuka mata dengan saling bertukar pendapat di Forum ini dengan bebas,sopan,etis dan bertanggaung jawab.Moderator berhak mengedit atau menghapus pesan yang tidak layak tampil.

 Regards,

Moderator Outsourcing Online.

————————————————————————–

Responses

Pak Bram yang baik,

Kami setuju dengan apa yang dipaparkan.

Banyak kendala yang kami hadapi dari sisi perusahaan pengguna adalah :

1.Terbatasnya biaya investasi
2.Dunia SDM kita yang tidak stabil
3.Regulasi UU normatif yang terus direvisi
4.Menggelembungnya biaya produksi
5.Premanisme yang menjamur di manufacturing

Mengakibatkan kita tidak dapat memilih vendor dengan lebih efeisien.Kami bercita-cita dapat menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin dan menyusun strtegic SDM yang baik.Namun ada kalanya kami harus menemui hambatan yang cukup berat antara mengorbankan ideologi & prinsip HR kita ataukah hengkangnya investor dari Indonesia dan meningkatkan angka pengangguran.

Benar-benar satu pilihan yang sulit.
Namun kami salut dengan adanya website ini,

Salam Sukses,
Edward Setiadi

3 Balasan ke OUTSOURCING “COST EFFICIENCY” ataukah “PASAR PAGI”

  1. dieva mengatakan:

    selamat siang pak.. saya adalah salah satu pengusaha out sourcing di lampung tapi apa yang saya dapat adalah pekerjaan dengan sistem tawar menawar seperti pasar pagi, mohon info dr bpk gimana sebenarnya perhitungan komponen fee dimana di dlmnya terdapat banyak unsur spt, biaya pelatihan, recruitment, money insurance, biaya pemotongan fee kita apabila karyawan kita terbukti melakukan perusakan aset provider, biaya jamsostek, biaya operasional, biaya pajak penghasilan pekerja/buruh, fee murni dll.

    thanks
    best regards
    dieva

  2. outsourcingonline mengatakan:

    Ibu Dieva,

    Komponen yang menjadi faktor pengali prosentase manajemen fee yang sehat adalah semua komponen biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan outsourcing.Mengapa demikian ? karena perusahaan outsourcing harus membayarkan terlebih dahulu dan dalam hal ini menjadi cost center.

    Sebaiknya negoisasikan perhitungan manajemen fee dengan analisa diatas.Selain lebih sehat bagi cash flow perusahaan anda juga cukup fair.Dalam kasus berbeda,dengan jumlah dan kondisi tertentu apabila karyawan yang dikelola cukup banyak,anda harus negotiable untuk tetap menjaga “Pricing” produk anda tetap kompetitif.

    Komponen biaya lain-lain seperti biaya pelatihan, recruitment, money insurance dan komponen kewajiban klien yang bersifat normatif tetap dikenakan fee jika konsepnya ” Membayarkan terlebih dahulu “.

    Mengenai jaminan ganti rugi untuk karyawan yang melakukan perbuatan melawan hukum,sebaiknya harus jelas batasan kewajiban pemrosesan Industrial Relation nya.Sebaiknya perusahaan anda tidak terjebak pada penggantian kerugiankarena konsep Outsourcing adalah “Berbagi Resiko” bukan “Mengalihkan Resiko”.

    Sebagai bentuk tanggung jawab,sebaiknya anda menggunakan sistem perhitungan absensi dengan konsep “No work no pay” dan cut off yang belum tebayar dapat dijadikan bentuk pertanggung jawaban karyawan terhadap resiko akibat perbuatan melawan hukum.Tentunya sesuai dengan UU tenaga kerja dan konsep perburuhan di Indonesia.

    Salam sukses dengan teman-tema Outsourcer di Lampung.Keep in touch dan jangan ragu untuk sharing kesulitan agar kita dapat saling berbagi.

    Best Regards,

    Brammantya Kurniawan
    Moderator Outsourcing Online

  3. ari mengatakan:

    memangnya management fee dihitung dari presentase gaji pokok atau take home paynya??? n berapa persentasenya??mkasih sblmnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: