Pers Release Pemalsuan Surat Rekomendasi Menakertrans Jakarta, 29 Mei 2008

Juni 10, 2008

Sumber : Nakertrans

Sehubungan dengan adanya Surat Rekomendasi Palsu yang ditandatangani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 29/M/PH/2008, tanggal 20 Pebruari 2008 tentang Penerbitan Buku “Peraturan Perundang-undangan Bidang Ketenagakerjaan”, maka perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa Menakertrans tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi tersebut.
2. Pada hari Kamis (29/5), dua orang yang diduga telah memalsukan surat rekomendasi tersebut telah diamankan oleh pihak yang berwajib. Dua orang tersebut berinisial MS (sekitar 38 tahun) warga Ratu Jaya, Pancoran Mas, Depok dan BD (sekitar 45 tahun) warga Rawa Sawah Johor Baru. Modus kejahatan dilakukan dengan memalsukan kop surat, cap dan tanda tangan Menakertrans. Keduanya mengatasnamakan K-SPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) sebagai pihak yang akan menerbitkan buku ”Peraturan Perundang-undangan Bidang Ketenagakerjaan” tersebut. Saat ini kedua orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
3. Diharapkan kepada pengusaha dan instansi swasta/negeri agar mengabaikan surat rekomendasi palsu tersebut.
4. Kepada Masyarakat yang mengetahui penyebaran surat tersebut dapat menginformasikan kepada Pusat Humas Depnakertrans, telp (021) 5252748 atau melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

Demikian untuk diketahui.
Pusat Humas Depnakertrans


Menakertrans Melakukan Pemantauan Dampak Kenaikan BBM di beberapa Perusahaan di Jawa Tengah

Juni 10, 2008

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Ir Erman Suparno, MBA, M.Si mengadakan kunjungan kerja ke beberapa perusahaan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Kunjungan kerja ini dimaksudkan sebagai upaya untuk melakukan pemantauan dampak kenaikan BBM terhadap pengusaha dan kesejahteraan buruh di Indonesia, mensosialisasikan hubungan industrial yang harmonis serta mengkampanyekan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Mengawali kunjungannya, pada Jumat (6/6), Menakertrans mendatangi PT Danliris (Group)/Batik Keris yang berada di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Di perusahaan yang mempekerjakan 11 ribu karyawan ini, Menakertrans melakukan peninjauan ke tempat pembuatan batik untuk melihat langsung kegiatan produksi pabrik serta melakukan pengecekan fasilitas K3 dan sarana hubungan industrial, serta melakukan dialog terbuka untuk mengetahui langsung kondisi riil perusahaan serta kendala-kendala yang dihadapi pekerja/buruh saat ini.

Saat melakukan dialog dengan Manajemen, Serikat Pekerja dan Pekerja/buruh, Menakertrans menyambut baik kebijakan PT Danliris (Group) Batik Keris yang telah menjalankan kewajibannya untuk melindungi Pekerja/buruhnya dengan mengikutsertakannya dalam program Jamsostek. Menakertrans pun memberikan penghargaan atas keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di lingkungan perusahaan yang mengadakan berbagai kegiatan pelatihan bagi para pencari kerja yang membutuhkan.

Mendapat laporan dari pihak pengusaha dan pekerja yang mengeluhkan sering terjadinya pemadaman listrik, Menakertrans berjanji akan menyampaikan pada Sidang Kabinet Indonesia Bersatu karena hal ini berpengaruh besar pada produksi dan banyaknya upah yang diterima oleh pekerja/buruh.

Mengenai besaran kenaikan upah minumun Kota/ Kabupaten dan Provinsi (UMK/UMP), Menakertrans menyerahkannya pada Dewan Pengupahan Nasional yang akan memulai pembahasannya pada Bulan Juni.

Dalam waktu dekat ini, Menakertrans akan mengundang Asosiasi Pertekstilan Indonesia yang mewadahi perusahaan garmen dan pertekstilan terkait usulan adanya subsidi pemeritnah yang ditujukan untuk peremajaan mesin produksi yang sudah ketinggalan jaman.

Dalam menghadapi berbagai persoalan, Menakertrans mengingatkan arti pentingnya pengembangan manajemen hubungan industrial yang didasarkan pada persamaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha untuk terciptanya keberhasilan dan kelangsungan perusahaan. Dengan berlandaskan hubungan industrial yang harmonis, diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas kerja yang memberikan keuntungan bagi perusahaan dan pekerja/buruh

Hadir dalam kunjungan kerja ini, Dirjen PPK Depnekertrans, Drs. I Gusti Made Arke M. Si, PLH Dirjen PHI dan Jamsos R. Irianto Simbolon, SE., MM, Staf Khusus Menakertrans Eva Yuliana, S. Ag., Dir. Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero) Achmad Ansyori, Dir. Pemberdayaan Pengawasan Ketenagakerjaan Iskandar, SH, Kapus Humas Depnakertrans Sumardoko, SH, MM serta pejabat di lingkungan Depnakertrans.
Pusat Humas Depnakertrans


Kenaikan Uang Makan dan Transport Pekerja/buruh berkisar 15 %-25%

Juni 10, 2008
Himbauan Menakertrans kepada pengusaha – baik yang tergabung dalam Apindo ataupun tidak- untuk menaikkan uang makan dan uang transport bagi pekerja/buruh tampaknya telah membuahkan hasil. Setidaknya hal ini terbukti saat Menakertrans melakukan peninjauan ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Factory Noodle) di Kawasan Industri Jababeka Cibitung, Bekasi, Jabar dan PT Djarum di Petamburan Jakarta Barat, Senin(2/6). Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan sidak K3 serta melakukan pemantauan atas dampak kenaikan BBM bagi pengusaha dan kesejahteraan pekerja/buruh.
Dalam kunjungan kerjanya ke PT Indofood, Menakertrans melakukan peninjauan ke lokasi pabrik mie instan untuk melihat langsung kegiatan pdoduksi dan melakukan sidak fasilitas K3. Setelah itu, Menaketrans memberi sambutan dan melakukan dialog terbuka dengan Manajemen, Serikat Pekerja dan pekerja PT Indofood.
Dalam sambutannya, Menakertrans mengingatkan pentingnya pengembangan manajemen hubungan industrial yang didasarkan pada persamaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha untuk terciptanya keberhasilan dan kelangsungan perusahaan demi terciptanya hubungan kerja yang kondusif. Pekerja adalah mitra pengusaha untuk kelangsungan dan pengembangan perusahaan.
Depnakertrans pun senantiasa mensosialisasikan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi pekerja/buruh yang pada dasarnya merupakan bagian integral dari kegiatan perusahaan di dalam menjamin terciptanya tempat kerja yang aman, tenaga kerja selamat, sehat dan produktif yang pada gilirannya memberi nilai lebih pada produktivitas perusahaan dan perlindungan bagi masyarakat luas. Sosialisasi ini pun diperlukan untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja.
Menakertrans pun menyambut baik keputusan manajemen PT Indofood dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerjanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Setelah kenaikan harga BBM, Manajemen PT Indofood, mulai bulan Juni ini memutuskan untuk menaikkan uang transport sebanyak 25 % serta tambahan uang makan sebanyak 20 %.
Sementara itu, saat melakukan dialog dengan manajemen PT Djarum di Jl, KS Tubun, Petambuburan, Jakarta Barat, Menakertrans mendapat laporan bahwa PT Djarum telah memutuskan, bulan Juni ini untuk menaikkan uang transport bagi pekerjanya di seluruh Indonesia sebanyak 15 % serta tambahan uang makan sebanyak 15 %.
Berdasarkan laporan dari pengusaha, baik yang tergabung dalam Apindo maupun tidak, dalam menghadapi kenaikan harga BBM ini para pengusaha telah menaikkan uang transport dan uang makan bagi pekerja/buruh mulai bulan Juni ini. Kenaikan uang transport dan uang makan bervariasi tergantung pada kemampuan masing-masing pengusaha. Namum secara umum rata-rata kenaikannya berkisar antara 15 %-25 %.
Ikut hadir dalam kunjungan kerja Menakertrans ini, antara lain Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Drs. I Gusti Made Arka, Kepala Pusat Humas, Sumardoko, SH, MM, Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga, Sekjen Apindo Djimanto, wakil ketua Apindo Anton Supit, pejabat eselon I dan II di lingkungan Depnakertrans serta jajaran pimpinan pusat PT Indofood dan PT Djarum.
Pusat Humas Depnakertrans

Pelaksanaan Program Smart Card Pakai Sistem Outsourcing

Mei 8, 2008
Jakarta – April 24th, 2008 @ 14:04:21
Pelaksanaan program Smart Card BBM akan dilakukan secara outsourcing karena membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit, mencapai 10.000 tenaga kerja.
Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskan, tenaga kerja outsourcing tersebut dibutuhkan untuk pemasangan Smart Card di setiap kendaraan yang menjadi target serta pengawasan setelah program berjalan.
Sebelumnya, Tubagus menjelaskan, Smart Card akan ditempel di sisi kendaraan yang mudah terlihat. Untuk mobil bisa ditempel di kaca mobil, sementara untuk motor bisa diatas lampu depan.
Kedepannya, setiap hendak mengisi BBM, kartu tersebut akan di-scan oleh petugas SPBU, sehingga terlihat berapa banyak BBM yang sudah digunakan pemilik kendaraan, dan berapa sisa kuotanya.
Selain membutuhkan tenaga kerja untuk memasang Smart Card, tenaga kerja juga dibutuhkan untuk pemasangan alat pendeteksi di SPBU-SPBU, hingga pengawasannya.
Tubagus menambahkan, perusahaan pelaksana outsourcing ini akan ditentukan melalui mekanisme lelang. Proses lelangnya sendiri akan segera dilakukan sebelum pertengahan tahun ini.
“Kita akan tetapkan pelaksananya dengan outsourcing. Nggak mungkin BPH Migas sendiri karena membutuhkan orang banyak,” katanya.
Dia menyampaikan disela penandatanganan keputusan bersama BPH Migas dan Kejagung tentang barang bukti perkara tindak pidana penyediaan di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Yang pasti, Tubagus menyatakan, pihaknya kini masih mensurvei konsumsi BBM di beberapa daerah termasuk Jabodetabek. Dari hasil sementara ditemukan fakta bahwa konsumsi BBM angkutan umum ternyata lebih irit dibandingkan kendaraan pribadi.
“Karena kendaraan umum baru mengisi BBM kalau memang benar-benar habis. Dan dalam sebulan mereka kan tidak menggunakannya 30 hari penuh, ada jeda liburnya. Sementara kendaraan pribadi lebih boros,” katanya.
Dari hasil survei terlihat rata-rata penggunaan kendaraan umum sekitar 250-300 km per hari. Sementara kendaraan pribadi mencapai 60 km per hari.

Aktivitas Bandara Sepinggan Diganti Outsourcing

Mei 8, 2008
Kamis, 8 Mei 2008 – 13:51 wib
BALIKPAPAN –
Aksi unjuk rasa yang digelar serikat pekerja Angkasa Pura (SP AP) I Bandara Sepinggan, Kalimantan Timur (Kaltim) hingga hari ini terus dilakukan. Untuk mengganti posisi karyawan, pengelola AP I mengganti dengan pegawai outsourcing.”Hanya ada beberapa anggota yang berada di masing-masing unit,” kata penanggung jawab aksi mogok Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kaltim, Kamis (8/5/2008).
Dia menjelaskan, aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh semua divisi di Bandara Sepinggan seperti unit pengamanan, pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJ2U), penerangan, Air dan kontrol, unit air movement control, unit listrik, mekanik air dan alat-alat berat.”Yang tidak melakukan aksi mogok hanya air traffic control (ATC). Karena dapat menggangu aktivitas penerbangan,” imbuhnya.Sementara itu, Manager Operasi Bandara Sepinggan, Sumarno saat dikonfirmasi membantah terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan karyawan.”Masih normal mas, kalau tidak percaya silahkan dicek. Kemarin mereka memang melakukan aksi unjuk rasa, namun berjalan tidak berlangsung lama,” tandasnya.Dirinya berharap, aksi unjuk rasa tersebut tidak kembali dilakukan serikat pekerja. “Karena dapat menggangu aktivitas pelayanan,” imbuhnya.

They Are Not Only Hungry, But Soon Will Be Angry Too

Mei 8, 2008
Jumat, 02-05-2008 09:06:06
oleh: Noer-noer Kanal: Opini

Meskipun hanya dari depan layar komputer sebuah warnet di kawasan tersibuk Hong Kong (Cause Way Bay) wajah-wajah mereka buruh Indonesia yang turun ke jalan Imam Bonjol, Jakarta, terlihat hampir sama dengan mereka wajah buruh di negara-negara Asia lain. Mereka adalah kaum buruh yang merayakan May Day dengan turun ke jalan-jalan meneriakkan berbagai protes menuntut perbaikan.

Mereka yang berada di jalan Imam Bonjol, Jakarta-Indonesia, Manila-Filipina, atau Bangkok-Thailand meneriakkan tuntutan yang hampir senada: kenaikan upah buruh, turunnya harga bahan makanan pokok, perbaikan di sektor pertanian dan khusus untuk yang di Indonesia tuntutan yang paling utama adalah agar harga BBM diturunkan.
Dari slogan, teriakkan atau bahkan aksi demonstrator di tengah jalan kita bisa menyimak kalau ternyata mereka tidak hanya hungry but soon will be angry too. Setidaknya jika di masa depan mereka benar-benar hanya mampu membeli sedikit makanan karena harga yang makin melambung.
Dari ke tiga negara tersebut di atas masyarakat golongan menengah ke bawah dan kaum buruh seperti merekalah yang menjadi korban jika angka inflasi makin meninggi seperti yang mereka takutkan. Harga makanan makin mencekik sementara upah mereka tetap diam di tempat tak kunjung bertambah, bagaimana mereka akan mampu menjangkaunya. Mungkin untuk mencapai rasa kenyang bukan lagi hal yang murah.
Sementara itu mereka yang berada di Indonesia merasa kurang senang dengan makin banyaknya perusahaan yang memperkerjakan buruh hanya dengan sistem kontrak,mereka khawatir hak-hak mereka akan terinjak. Sedang mereka yang di Thailand menuntut upah minimum buruh dinaikkan menjadi 233 bath (kurang lebih 50 ribu) per hari. Menurut data dari media masa banyak di antara mereka yang bekerja di sekitar Bangkok hanya memperoleh upah kurang dari 200 bath per harinya.
Sementara itu para buruh di Manila selain meneriakkan tuntutan yang hampir serupa juga sempat memprotes Presiden Gloria Aroyo yang mereka anggap kurang mampu menghadirkan solusi guna meringankan beban mereka kaum buruh. Sebagai contoh ketidakseriusan pemerintahan beliau dalam usaha memenuhi tuntutan para buruh agar upah minimum yang ditetapkan dinaikan.
Mungkin bahasa mereka dari para buruh yang turun ke jalanan berdemonstrasi di ketiga negara tadi jauh berbeda. Tapi pada prinsipnya apa yang mereka inginkan adalah sama. Sebuah perbaikan agar direalisasikan untuk mereka. Tapi entah sampai kapan tuntutan mereka tak akan didengarkan oleh mereka who ever this rallies may concern.
Sumber: The Strait Times Singapore

Suara Buruh dan Serikat Pekerja

Mei 8, 2008

Mayday antara Tuntutan dan Kewajiban

Jumat, 02-05-2008 08:11:22
oleh: Fajar Agustanto
Hari kemarin (1 Mei), peringatan hari buruh dilaksanakan. Tak kurang para buruh pun dengan semangat menuntut beberapa kewajiban yang harus diberikan oleh pabrik kepada buruh. Mulai dari berbagai aksi, sampai demonstrasi besar-besaran dilaksanakan di hari ini. Ribuan buruh bersiap untuk memperjuangkan tuntutan yang sudah menjadi hak para buruh. Memang sangat disayangkan sekali, para buruh yang notabenenya termasuk salah satu penghasil devisa, harus dimarginalkan dengan berbagai kezhaliman oleh beberapa perusahaan.

They Are Not Only Hungry, But Soon Will Be Angry Too

Jumat, 02-05-2008 09:06:06
oleh: Noer-noer Kanal: Opini

Meskipun hanya dari depan layar komputer sebuah warnet di kawasan tersibuk Hong Kong (Cause Way Bay) wajah-wajah mereka buruh Indonesia yang turun ke jalan Imam Bonjol, Jakarta, terlihat hampir sama dengan mereka wajah buruh di negara-negara Asia lain. Mereka adalah kaum buruh yang merayakan May Day dengan turun ke jalan-jalan meneriakkan berbagai protes menuntut perbaikan.

Selamat Hari Buruh 1 Mei 2008
Rabu, 30-04-2008 12:35:58

oleh: Erwin Arianto

Sumber Opini Wikimu
Pagi ini saya mendapatkan undangan di meja kerja saya untuk mengikuti peringatan hari buruh besok tepat 1 Mei di Gelora Bung Karno,dari SPSI kantor.


Mayday antara Tuntutan dan Kewajiban

Mei 8, 2008
Jumat, 02-05-2008 08:11:22
oleh: Fajar Agustanto
Hari kemarin (1 Mei), peringatan hari buruh dilaksanakan. Tak kurang para buruh pun dengan semangat menuntut beberapa kewajiban yang harus diberikan oleh pabrik kepada buruh. Mulai dari berbagai aksi, sampai demonstrasi besar-besaran dilaksanakan di hari ini. Ribuan buruh bersiap untuk memperjuangkan tuntutan yang sudah menjadi hak para buruh. Memang sangat disayangkan sekali, para buruh yang notabenenya termasuk salah satu penghasil devisa, harus dimarginalkan dengan berbagai kezhaliman oleh beberapa perusahaan.
Memang sangat menyakitkan sekali, ketika melihat saudara-saudara kita yang bekerja di sebuah perusahaan (pabrik) harus mendapatkan perlakuan yang terlihat tidak manusiawi. Mulai dari sistem outsourcing yang tidak sesuau dengan UU, sampai dengan kerja kontrak. Tak luput juga UMR pun menjadi problem yang tidak dapat kita pungkiri.Kompleks sekali permasalahannya. Di lain pihak, perusahaan yang memperkerjakan buruh pun kadang tidak memberikan hak-hak yang sesuai untuk didapatkan para buruh. Walaupun memang beberapa perusahaan ada yang telah memenuhi semua hak-hak para buruh, tapi perusahaan seperti itu sangat sedikit jumlahnya. Nah realitas seperti ini sangat dominan sekali di Indonesia!Tetapi di lain pihak juga, ada beberapa karyawan atau buruh yang asal-asalan dalam pekerjaannya. Hingga terlihat sekali, bahwa profesionalitas seorang buruhpun dituntut disitu! Dimanapun pekerjaannya, kita semua adalah buruh. Entah buruh pabrik, buruh pemerintah, dll.
Maka di semua pekerjaaan itu kita harus memberikan yang terbaik bagi seseorang yang telah memperkerjakan kita. Profesionalitas dalam pekerjaan itu dituntut di situ! Antara buruh dan pengusaha. Seharusnya sama-sama mempunyai pemikiran tentang timbal-balik. Sama-sama mempunyai pemikiran saling membutuhkan. Sehingga tidak ada satupun yang merasa lebih baik. Pengusaha tanpa buruh pun, usahanya pasti sangat sulit untuk berjalan. Sama halnya, buruh tanpa pengusaha berarti pekerjaan tanpa bayaran. Jadi kedua-duanya harus mempunyai keprofesionalan yang berada pada masing-masing tempatnya. Pengusaha mengatur usahanya, buruh bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Pengusaha memberikan hak-hak yang sesuai dengan apa yang harus didapatkan buruh, dan buruhpun memberikan profesionalitas dalam pekerjaannya.Jadi di antara satu sisi tidak saling berat sebelah.
Jika ada yang melanggar maka harus ditindak dengan tegas, dan tidak ada toleransi. Jika buruh bisa ditindak tegas, maka pengusaha pun yang melanggar harus ditindak tegas. Prinsip keadilan harus ditegakkan, karena dengan memberikan keadilan, maka kesejahteraan itu akan bisa terwujud.

Dipecat, Nasib Kuli Angkut outsourcing di Bandara Soekarno-Hatta

Mei 8, 2008

Jakarta,2 Mei 2008


Sekitar 1.040 porter atau kuli angkut di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dipecat pihak Angkasa Pura II bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia, Kamis (1/5). Para porter berstatus karyawan kontrak dari PT Indonesia National Air Service itu digantikan porter-porter dari Yayasan Dahlia.
Pemecatan tersebut disesalkan ribuan porter yang bekerja di area Terminal I, II, dan kargo. Masalah ini sebenarnya yang selalu ditakuti para pekerja kontrak outsourcing. Pihak perusahaan bisa sewaktu-waktu memberhentikan para karyawan outsourcing tanpa adanya pemberian pesangon.
Nasib pekerja outsourcing menjadi salah satu tema Hari Buruh Sedunia tahun ini. Para buruh menuntut penghapusan buruh kontrak dan outsourcing karena dinilai tidak memberi kepastian dan memiskinkan buruh.

Tolak Outsourcing, Bakar Boneka Manusia Babi

Mei 8, 2008

Surabaya,01 Mei 2008
Sumber : suarasurabaya.net

Didahului dengan longmarch dari kawasan Jl. Pandegiling, elemen masyarakat memperingati hari buruh sedunia, Kamis (01/05) membakar boneka manusia babi sebagai bentuk penolakan terhadap sistem kerja kontrak dan outsourcing. Apa yang menamakan diri sebagai Serikat Buruh Regional (SBR) Surabaya, Kamis (01/05) menggelar aksi mirip karnaval. Diikuti sekitar 20 orang, sebagian besar perempuan. Mereka tampil layaknya Ibu-ibu petani di desa lengkap dengan capingnya. Bergerak dan berkumpul di Jl. Pandegiling, massa aksi mendapat pengawalan ketat dari puluhan petugas Polisi Lalu-lintas maupun anggota Samapta.
Massa aksi bergerak menuju kawasan depan Grahadi Surabaya untuk melanjutkan aksinya. “Ini karnaval keprihatinan sekaligus penolakan kami terhadap sistem kerja kontrak dan bentuk outsourcing. Kami menolak itu,” tutur YUDI satu diantara koordinator lapangan aksi yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Selain penampilan perempuan dengan dandanan Ibu-ibu petani, peserta lainnya ada yang mengusung boneka manusia berwajah dan kepala mirip babi. Sebuah bentuk alegori yang ditampilkan kaum muda yang tergabung dalam SBR Surabaya. Sempoyongan dua orang yang mengusung boneka manusia babi yang merupakan cerminan pengusaha yang serakah tanpa memperdulikan nasib pekerjanya. Lalu dalam sebuah pergolakan, sang manusia babi, jatuh dan turun dari tahtah.
Pekerja langsung membakar boneka manusia babi itu. “Kami tetap menolak outsourching dan sistem kerja kontrak. Kalau pengusaha memaksa, maka nasibnya akan seperti boneka manusia babi itu. Jatuh, diinjak-injak dan dibakar para pekerjanya sendiri,” tutur YUDI pada suarasurabaya.net. Dan aksi dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia oleh SBR Surabaya berakhir.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya.