Serikat Pekerja PLN Tolak Jamsostek

JAKARTA – KoranHR.com,
Serikat Pekerja PLN (SP PLN) memutuskan menolak mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) pada PT Jamsostek. Sebab, seluruh karyawan PLN telah mengikuti program jaminan ketenagakerjaan ini yang dikelola sendiri secara profesional.

Selain itu, hal ini didukung perundang-undangan yang membatalkan monopoli PT Jamsostek sebagai pengelola program Jamsostek bagi karyawan BUMN.(Bersambung Ke halaman 3 Kol 5)

Ketua Umum SP PLN Ahmad Daryoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/10/2008) menegaskan, tak ada kewajiban bagi karyawan PLN untuk mengikuti program jaminan sosial tenaga tenaga kerja di Jamsostek. Karena hak monopoli yang dipegang PT Jamsostek telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi melalui keputusannya No 007/PUU-III/2005.

Dengan alasan itu, maka Jamsostek tidak bisa memaksakan keinginannya untuk menarik para karyawan PLN menjadi peserta Jamsostek.

“PT Jamsostek bukan lagi satu-satunya institusi yang menyelenggarakan jaminan sosial tenaga kerja, Selain itu, pengelolaan jaminan sosial tenaga kerja dapat dikelola internal oleh perusahaan tempat karyawan bekerja. Langkah ini telah sesuai dengan PP No 3/1977 dan UU No 3/1992 tentang jaminan sosial ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Dalam program jaminan sosial tenaga kerja yang digelar PLN, lanjut Daryoko, para karyawan telah mendapat berbagai jaminan seperti jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan/pengobatan, dan jaminan kematian sehingga langkah Jamsostek yang mendesak karyawan PLN untuk bergabung dalam Jamsostek dinilai sebagai langkah melanggar hukum. Karena tidak ada lagi hak monopoli, maka SP PLN akan melawan.

“Kami akan melawan setiap langkah PT Jamsostek yang akan campur tangan dengan urusan karyawan PLN. Apalagi, kata Daryoko, sebagian kalangan ada yang menilai PT Jamsostek belum transparan dalam mengelola dana yang dihimpun dari para pekerja,” tegasnya.

Maka dalam hal ini, dia menilai, PT Jamsostek belum bisa dipercaya. Oleh karena itu, SP PLN menyatakan para karyawan PT PLN tetap mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja yang dikelola perusahaan dengan biaya lebih kecil 5 persen dari biaya operasional. Sedangkan di luar negeri seperti negara-negara maju, biaya kepegawaian bisa mencapai 10 persen.

Untuk itu, dia berharap agar PT Jamsostek tidak lagi merayu PLN untuk bergabung di Jamsostek. Karena, langkah itu tetap akan sia-sia saja.

Bahkan Daryoko menyatakan, keputusan untuk menolak Jamsostek ini sudah tertuang dalam surat SP PLN yang ditujukan pada Direksi PT PLN.

Sumber : Okezone.com

About these ads

7 Balasan ke Serikat Pekerja PLN Tolak Jamsostek

  1. Erlismen mengatakan:

    Siapapun nanti yang duduk di DPR maka PT Jamsostek harus benar benar di Reformasi, karena sebenarnya tidak membantu tenaga kerja tapi malah menghancurkan hidup tenaga kerja. saya punya kisah kisah nyata tentang bagaimana Jamsostek menghancurkan tenaga kerja.

  2. DHEWOS mengatakan:

    Sebenarnya agak aneh juga bila SP-PLN tidak mau diikutkan dalam program Jamsostek, pertanyaannya adalah bagaimana perlindungan yang diberikan kepada Karyawan PLN selama tidak ikut Jamsostek. Saya khawatir ini tidak murni aspirasi dari karyawan tapi rekayasa manajemen PLN untuk menghindari cost atas perlindungan Jaminan Sosial karyawannya (Katanya PLN sedang merugi…???).

    Menurut saya karyawan sebenarnya diuntungkan bila ikut JAMSOSTEK, mengapa :
    1. Bila mengalami Kecelakaan Hubungan Kerja sudah otomatis dilindungi dalam program Jamsostek (yang bayar perusahaan lho…!!!!)
    2. Bila meninggal dunia sudah pasti ada santunan Kematian untuk ahli waris (yang bayar juga perusahaan …!!!!)
    3. Bila Sakit, karyawan + keluarga (1 Istri/Suami + 3 anak) sudah bisa berobat tanpa batas s/d rawat inap di rumah sakit (lagi-lagi yg bayar Perusahaan…!!!!)
    4. Nah ini yang baru merupakan subsidi buat karyawan, why…??? memang karyawan dipotong 2 % dari gaji tapi perusahaan wajib menambahkan 3,7 % dari gaji masing-2 karyawan dan total=5,7 % merupakan simpanan karyawan setiap bulan di JAMSOSTEK dan dapat diambil bila karyawan sudah berhenti kerja, keuntungannya ikut program simpanan ini (JHT=Jaminan Hari Tua) adalah :
    4.1. Bunga rata-2 1 % diatas suku bunga Bank
    4.2. bebas biaya
    4.3. bebas Pajak
    4.4. Dapat insentif dari keuntungan Jamsostek (dulu Deviden yg harus disetor BUMN, sekarang dikembalikan kepada seluruh peserta Jamsostek)
    5. Sistim pengelolan Jamsostek juga sudah transparan karena Jamsostek sudah punya standar akuntansi sendiri (disahkan IAI) namanya “PAJASTEK=Pedoman Akuntansi Jamsostek)

    Jadi menurut saya karyawan SAMA SEKALI TIDAK DIRUGIKAN malah diuntungkan ….How…??????

  3. Putri Vera mengatakan:

    kenyataannya jaminan sosial yang diselenggarakan PT PLN (Persero) lebih baik dari jamsostek. Dan memang murni penolakan dari serikat pekerja.
    kebetulan saya sedang melakukan penelitian terkait hal ini. Klo ada yang punya data2 maupun pendapat mohon bantuannya. terimakasih.

    • maniak mengatakan:

      tentu saja karyawan pln menolak jamsosotek kenapa :
      1. klo berobat nggak payah bawa kartu berobat, cukup bawa uang, kan uangya banyak , berobat 300 ribu jadiin 1 jt bawa kuitansi kekantor selesai,
      2.klo ikut jamsostek bawa kartu jamsostek , nggak bisa kong kalikong sm dokter.
      sekian tks.

  4. ninis mengatakan:

    kenapa karyw. Pln nolak di ikutkan Jamsostek ?
    coz kary. Pln dah biasa mendptkan tunj. by kesehatan peg & klg-nya yg high clas, klu Jamsostek-kan cuman buat rakyat jelata? masa turun sih jminan kes-nya?
    toh mreka mamang jd mrsa dirugikan? tp ujung2nya by. keshtan jd membengkak dan itu sll dikeluhkan mnjemen PLN, bisa ga’ ditekan ??, tp ya tetep tiap thun gitu lagi- gitu lagi..
    so.. pilih yg mana jminan high class tnpa lihat bsrnya biaya atw mo irit lwat Jmsosotek ??

  5. Ikhsan Prajarani mengatakan:

    Masalah Jamsos pada pekerja, sudah selayaknya perusahaan memberikan yang terbaik bagi pekerjanya…Program Jamsostek adalah standart minimum yang harus diberikan oleh perusahaan baik BUMN atau Perusahaan swasta, jika perusahaan sudah mampu memberikan Jamsos yang lebih baik dari Jamsostek kenapa harus diberikan Jamsostek ?

    Yang sering terjadi dilapangan adanya diskriminasi antar pejabat di perusahaan dengan pekerjanya, pejabat dapat fasilitas dan jamsos yang baik sementara pekerja hanya fasilitas yang serba minim. Inilah bentuk ketidak adilan…

    Perlu kita sadari bahwa setiap pekerja adalah menghasilkan nilai produk bagi perusahaan dan produk inilah yang dijual oleh perusahaan sebagai keuntungan.Apa kita tahu bahwa perusahaan rugi ? adakah laporan keuangan perusahaan ke kita ?

    Biasanya perusahaan melaporkan kondisi keuangan disaat mereka merugi, tetapi di saat mereka untung ? mereka diam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 82 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: